NASA Abadikan Danau Laut Aral yang Mengering, Menuju Kematian

Danau Laut Aral 2014
Danau Laut Aral 2014 (NASA)

Liputan6.com, Houston - Dulu, Laut Aral adalah salah satu danau terbesar di dunia, dengan luasnya yang mencapai 68.000 kilometer persegi. Kala itu, ada 1.500 pulau di dalamnya. Kini ia kering kerontang, nyaris tinggal sejarah.

"Untuk kali pertama dalam sejarah modern, cekungan sisi timur dari Danau Aral Selatan sepenuhnya kering," demikian ujar Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang mengamati perubahan Laut Aral dari angkasa, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (30/9/2014).

Sejak dulu, selama berabad-abad, manusia bertanam, di pinggiran Laut Aral, yang terbentuk sekitar 5,5 juta tahun lalu di kawasan Asia Tengah. Danau itu menjadi saksi siklus 'boom-and-bust' --  proses ekspansi ekonomi dan kontraksi yang terjadi berulang-ulang di wilayah itu.

Namun, tak pernah Laut Aral mengering sedrastis ini.

Philip Micklin, ahli geografi emeritus dari Western Michigan University mengatakan, kondisi Laut Aral pada tahun 2014 adalah yang kali pertama terjadi.

"Diduga ini adalah kali pertamanya Laut Aral kering total selama 600 tahun, sejak pengeringan Abad Pertengahan terkait pengalihan aliran Amu Darya ke Laut Kaspia," kata dia.

Pada tahun 1900-an, Laut Aral adalah danau terbesar keempat di muka Bumi. Debit airnya berkurang sejak tahun 1960-an, ketika program irigasi pertanian Uni Soviet mengalihkan aliran 2 sungai utama Amu Darya dan Syr Darya -- sebagian besar digunakan untuk pertanian kapas.

Kondisi makin parah ketika Uni Soviet bubar dan pecah. Pada tahun 2007, hanya sekitar 10 persen danau yang masih tersisa.

Menurut laporan program lingkungan hidup PBB atau United Nations Environment Programme, lebih dari 60 juta orang kini hidup di wilayah sekitar Aral, naik empat kali lipat sejak tahun 1960. Di saat bersamaan, aliran air ke danau tersebut menurun tajam, fenomena yang diduga ada kaitannya dengan perubahan iklim lokal --  musim panas menjadi lebih panas dan kering, sementara musim dingin berlangsung lebih panjang dengan suhu yang lebih dingin

Dengan bantuan Bank Dunia, pada 2005 Kazakhstan membangun dam, sebagai upaya terakhir menyelamatkan danau tersebut. Pada tahun 2008, permukaan air kembali meninggi, kadar garam berkurang, dan ikan-ikan kembali bermunculan. Akan tetapi, nasib Laut Aral Selatan masih suram.

Menurut NASA, tahun ini adalah rekor terendah level air di Laut Aral akibat menurunnya debit salju di pegunungan yang jadi sumber air di danau tersebut.

Danau Laut Aral sedang menuju ke kematiannya. Para ahli memperkirakan, perairan itu akan hilang selamanya pada 2020.  Tragedi yang menimpanya menjadi "salah satu bencana lingkungan terburuk di planet ini".

Danau Laut Aral dari waktu ke waktu:

2000-2002


2003-2005


2006-2008


2009-2011


2012-2013

2014
 


Sumber(Liputan6)

Komentar Terbaru

Just load it!